banner 728x250

BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Luncurkan Program PEKA, Dorong Peserta dan Ahli Waris Lebih Mandiri Secara Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Luncurkan Program PEKA Bersama BSI

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Upaya mendorong kesejahteraan dan kemandirian ekonomi peserta terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi. Salah satunya melalui peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang digelar di Hotel Balcony, Kota Sukabumi, pada 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan berbagai pihak dalam memberikan manfaat yang lebih luas kepada peserta maupun ahli waris.

banner 325x300

Peluncuran program ini turut dihadiri Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Deputi Funding Region 6 Bandung Bank Syariah Indonesia (BSI) Nasori, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Endah Aruni, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan dan para peserta kegiatan.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Foto bersama para peserta dan pemangku kepentingan menjadi gambaran kuat atas komitmen bersama dalam membangun ekosistem perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

PEKA Tak Sekadar Memberikan Manfaat, tetapi Membuka Jalan Menuju Kemandirian

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sukabumi, Alpian, menjelaskan bahwa PEKA merupakan program yang dilaksanakan secara nasional dengan tujuan agar peserta maupun ahli waris dapat mengoptimalkan dana manfaat yang diterima dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, selama ini masih terdapat penerima manfaat yang belum mampu mengelola dana santunan secara optimal untuk kebutuhan jangka panjang.

“Latar belakang PEKA adalah banyak sekali kita dengar bahwa penerima manfaat ini, misal ketika mendapatkan santunan kematian sekitar Rp40 juta, itu kebanyakan habis dan tidak bisa dioptimalkan,” ujar Alpian.

Melalui program tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng BSI untuk memberikan pembekalan, edukasi, dan pelatihan kewirausahaan kepada peserta maupun ahli waris.

Dengan demikian, dana manfaat yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi diharapkan dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha dan menciptakan sumber pendapatan baru.

“Dengan BSI bagaimana kita ke depannya akan mengadakan pelatihan, bagaimana dengan dana tadi misal Rp10 juta atau Rp20 juta untuk modal usaha. Seperti tadi disampaikan oleh BSI, modalnya kecil-kecil saja,” lanjutnya.

Program PEKA diharapkan mampu mengubah pola pemanfaatan dana santunan menjadi sesuatu yang lebih produktif. Peserta dan ahli waris tidak hanya menerima manfaat perlindungan sosial, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar, berusaha, dan membangun kemandirian ekonomi.

Wali Kota Sukabumi Dukung Kolaborasi Pemberdayaan

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyambut positif pelaksanaan Program PEKA. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, termasuk lembaga jaminan sosial, perbankan, dunia usaha, dan masyarakat.

Dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi seperti PEKA dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru.

Ayep Zaki juga menegaskan komitmennya untuk mendorong para pelaku usaha agar memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya.

Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja merupakan bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bangun Ekonomi dari Perlindungan Sosial

Peluncuran PEKA menjadi bukti bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dikembangkan lebih jauh, bukan hanya sebagai perlindungan ketika peserta menghadapi risiko kerja, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju pemberdayaan dan kemandirian ekonomi.

Melalui sinergi BPJS Ketenagakerjaan, BSI, Pemerintah Kota Sukabumi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, program ini diharapkan mampu melahirkan peserta dan ahli waris yang semakin siap mengelola manfaat secara produktif.

PEKA pun diharapkan menjadi langkah nyata untuk mengubah manfaat menjadi peluang, peluang menjadi usaha, dan usaha menjadi kemandirian ekonomi masyarakat Sukabumi.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *