banner 728x250

Menteri Ketenagakerjaan Buka TMT ABT Batch 2 di Sukabumi, Asep Japar: Tingkatkan Skill dan Perluas Lapangan Kerja

Melalui pelatihan vokasi ini, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, meningkatkan kualitas dan daya saing, serta memperluas kesempatan dan lapangan kerja

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli secara resmi membuka Kick Off Tailor Made Training (TMT) ABT Batch 2 Tahun 2026 di Sukabumi, Minggu (11/10/2026).

banner 325x300

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Sukabumi H. Asep Japar, yang menilai program pelatihan vokasi menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Melalui pelatihan vokasi ini, masyarakat dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, meningkatkan kualitas dan daya saing, serta memperluas kesempatan dan lapangan kerja,” ujar Bupati Asep Japar dalam kegiatan Kick Off TMT ABT Batch 2 Tahun 2026.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI atas program yang dilaksanakan untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Diperkuat Kolaborasi dengan BBPVP Bandung

Program TMT ABT di Kabupaten Sukabumi semakin diperkuat melalui kerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi masyarakat.

Bupati Asep Japar menegaskan, kolaborasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemetaan kebutuhan pelatihan yang benar-benar sesuai dengan karakteristik masyarakat dan potensi sektor unggulan di Kabupaten Sukabumi.

“Ini menjadi upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi. Perangkat daerah terkait bisa menindaklanjuti MoU ini dengan pemetaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sektor unggulan Sukabumi,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan pelatihan vokasi tidak berhenti pada satu angkatan saja, tetapi dapat terus dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli mengatakan bahwa pelatihan TMT dirancang secara spesifik dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi daerah.

Sejumlah bidang keterampilan yang diberikan antara lain menjahit, barista, hingga konten kreator. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan masa pelatihan secara maksimal untuk memperoleh keterampilan yang dapat langsung diterapkan setelah menyelesaikan program.

“Manfaatkan dua minggu ini sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat kompetensi. Sebab ini pelatihan yang dirancang sangat spesifik,” kata Yassierli.

Menurutnya, program pelatihan semacam ini telah memberikan dampak positif di sejumlah daerah. Bahkan, terdapat peserta yang setelah mengikuti pelatihan mampu mengembangkan usaha sendiri hingga membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Di tempat lain luar biasa, sampai ada yang berhasil dan memiliki karyawan. Semoga di Sukabumi pun bisa luar biasa dan semoga berlanjut ke tahun depan,” ujarnya.

Yassierli menambahkan, keberlanjutan program akan melihat hasil evaluasi dan perkembangan para peserta setelah mengikuti pelatihan.

Dorong SDM Sukabumi Semakin Kompeten

Bupati Sukabumi berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja merupakan investasi penting untuk menghadirkan SDM Kabupaten Sukabumi yang produktif, mandiri dan mampu bersaing.

“Sinergi yang telah terjalin ini harus terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” pungkasnya.

Pelaksanaan TMT ABT Batch 2 Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat Sukabumi untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh sertifikasi kompetensi, membuka peluang usaha, sekaligus memperluas akses terhadap dunia kerja.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *