SUKABUMIANNEWS.ID — Suasana khidmat menyelimuti halaman Balai Kota Sukabumi pada Senin pagi. Berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih, ratusan peserta mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dengan penuh penjiwaan. Momentum sakral ini bukan sekadar seremoni tahunan yang rutin digulirkan, melainkan sebuah panggilan refleksi bersama untuk memastikan api Pancasila tetap menyala subur di dalam sanubari setiap insan Indonesia.
Bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyampaikan amanat yang sarat akan makna mendalam. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi sekaligus energi hidup bagi bangsa yang majemuk ini. Di tengah terpaan angin modernisasi, nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri bangsa harus terus diaktualisasikan agar tidak lekang oleh waktu.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengangkat tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’, menegaskan bahwa nilai luhur Pancasila tidak hanya menjaga keutuhan internal Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban konkret bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi.” — Ayep Zaki, Wali Kota Sukabumi
Lebih lanjut, Wali Kota memaparkan peran krusial Pancasila sebagai “bintang penuntun” (leistar) dan “jangkar moral” Bangsa Indonesia. Di era kontemporer ini, dunia tengah dihadapkan pada turbulensi global yang dinamis serta disrupsi teknologi yang luar biasa pesat. Tanpa pegangan moral yang kokoh, identitas dan kedaulatan bangsa terancam goyah. Pancasila hadir memberikan arah sekaligus benteng pertahanan ideologis bagi seluruh rakyat.
Tema peringatan tahun ini juga secara eksplisit menandakan kontribusi nyata Indonesia di panggung internasional. Perwujudan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial terwujud nyata melalui pengiriman Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) — sebagaimana tercermin dalam khidmatnya barisan komando upacara perwira TNI. Indonesia mengemban tanggung jawab konstitusional yang besar untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Sinergi Lintas Elemen Kehadiran Upacara:
-
Aparatur Pemerintahan & Aparat Keamanan: Dihadiri penuh oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Sukabumi yang berbaris rapi mengenakan pakaian formal (jas hitam, peci) dan kebaya nasional bagi para karyawati.
-
Generasi Muda & Akademisi: Perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut hadir, menyimbolkan estafet kepemimpinan dan penjagaan ideologi di tangan generasi penerus.
-
Tokoh & Elemen Masyarakat: Berbagai organisasi masyarakat dan tokoh lintas sektor berkumpul bersama di area balai kota, merefleksikan kekuatan gotong royong yang menjadi inti sari dari Pancasila itu sendiri.
Melalui pelaksanaan upacara yang megah dan penuh kedisiplinan ini, Kota Sukabumi kembali mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa keberagaman adalah kekayaan, dan di bawah naungan Pancasila, perbedaan tersebut melahirkan harmoni yang kokoh demi kemajuan bangsa dan perdamaian dunia.
(DD)


















