SUKABUMIANNEWS.ID – Pemerintah Kota Sukabumi tengah bersiap mengambil langkah besar dalam pengelolaan lingkungan. Menghadapi kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cikundul yang kian overload, pemerintah daerah berencana untuk mulai menutup Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di berbagai titik strategis kota.
Sebagai gantinya, strategi hulu kini digalakkan: masyarakat ditantang untuk mulai memilah sampah secara mandiri langsung dari rumah.
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan. Diketahui, volume produksi sampah di Kota Sukabumi tergolong fantastis, yakni mencapai sekitar 180 ton per harinya. Jika terus dibiarkan tanpa ada intervensi di tingkat rumah tangga, TPA Cikundul dipastikan tidak akan mampu lagi menampung beban tersebut.
Sosialisasi Masif Sebelum Penutupan
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa penutupan TPSS tidak akan dilakukan secara mendadak. Pemerintah berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat terlebih dahulu agar masa transisi ini berjalan mulus.
“Pemilahan sampah dari rumah diharapkan bisa menurunkan volume sampah secara signifikan. Sebelum penutupan TPSS, kita sosialisasikan dulu cara pemilahan,” ujar Bobby Maulana melalui konten media sosialnya.
Pemerintah juga memberikan solusi bernilai ekonomis bagi warga yang mau bergerak. Sampah yang telah dipilah nantinya tidak akan terbuang sia-sia:
-
Sampah Anorganik: Dapat disalurkan dan dijual ke Bank Sampah untuk menambah penghasilan warga.
-
Sampah Organik: Diolah secara mandiri menjadi produk bermanfaat seperti pupuk kompos berkualitas hingga eco enzyme.
Belajar dari Keberhasilan Lapangan Merdeka
Upaya penurunan volume sampah sebetulnya sudah mulai menunjukkan sinyal positif di beberapa titik ikonik kota. Salah satunya adalah melalui program penataan di Lapangan Merdeka, area publik yang sebelumnya menyumbang tumpukan sampah hingga 108 ton per bulan. Dengan penataan yang lebih disiplin, angka tersebut diharapkan dapat ditekan secara drastis.
Sinergi dan Komitmen Bersama
Keberhasilan program besar ini tentu berada di tangan kolaborasi antara pemerintah dan kedisiplinan warganya. Dalam sebuah pertemuan koordinasi kedinasan tampak Wakil Wali Kota Bobby Maulana bersama jajaran aparatur pemerintah kota kompak menyamakan visi demi menyukseskan program Sukabumi bebas sampah ini.
Di akhir penyampaiannya, Bobby Maulana mengetuk hati seluruh lapisan masyarakat Kota Sukabumi untuk memberikan dukungan penuh dan menjaga komitmen bersama.
“Kepada seluruh masyarakat di mana pun, ketika sudah ada tulisan TPS ditutup, jangan sampai ada yang membuang sampah di situ. Mohon kerja samanya, semoga Kota Sukabumi bisa lebih baik lagi dalam pengelolaan sampah,” tandasnya optimis.
Dengan adanya gerakan pilah sampah dari rumah ini, Kota Sukabumi bersiap menuju era baru pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
(DD)


















