banner 728x250

Jembatan Merah Putih Cihujung Diresmikan, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Kembali Terhubung

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Harapan masyarakat untuk kembali memiliki akses penghubung yang aman akhirnya terwujud. Jembatan Merah Putih Cihujung yang menghubungkan Kampung Naringgul, Desa Karangpapak, dengan Kampung Sukamanah, Desa Cikelat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, resmi kembali digunakan.

banner 325x300

Sebelumnya, akses tersebut sempat terputus akibat kerusakan yang ditimbulkan banjir. Kondisi itu menghambat mobilitas warga, termasuk anak-anak yang hendak bersekolah serta masyarakat yang menjalankan kegiatan pertanian dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Kini, setelah proses pembangunan selesai, jembatan bernuansa merah putih tersebut kembali berdiri dan menyambungkan kehidupan masyarakat di kedua wilayah.

Jembatan Merah Putih Cihujung diresmikan oleh Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., Rabu (19/8/2026). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita bersama unsur pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Wujud Kolaborasi dan Gotong Royong

Dalam sambutannya, Letkol Inf Agung Ariwibowo menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Desa Karangpapak dan Desa Cikelat.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan peresmian Jembatan Cihujung. Jembatan ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir. Berkat kerja sama seluruh pihak, terutama partisipasi masyarakat, akhirnya jembatan ini dapat dibangun kembali dan sekarang sudah bisa kita gunakan,” ujarnya.

Menurut Dandim, selesainya pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong berbagai pihak. Dukungan pemerintah, aparat kewilayahan, serta keterlibatan langsung masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pembangunan.

Jembatan dengan warna khas merah putih tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang membutuhkan fasilitas penghubung, terutama di wilayah pedesaan.

Pulihkan Akses Pendidikan dan Pertanian

Keberadaan Jembatan Merah Putih Cihujung dinilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Jembatan tidak hanya menghubungkan dua kampung, tetapi juga mempermudah akses menuju sekolah, kebun, tempat kerja, dan berbagai fasilitas pelayanan.

“Manfaat jembatan ini akan kembali kepada masyarakat. Anak-anak sekolah kini tidak perlu lagi melewati akses yang sebelumnya rusak dan berisiko,” kata Dandim.

Masyarakat yang memiliki kebun maupun menjalankan kegiatan ekonomi kini dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah. Mereka tidak perlu lagi memutar melalui jalur lain yang lebih jauh serta membutuhkan waktu dan biaya perjalanan lebih besar.

Pulihnya akses tersebut diharapkan dapat memperlancar pengangkutan hasil pertanian, meningkatkan mobilitas warga, serta kembali menghidupkan aktivitas sosial dan ekonomi di kedua desa.

“Program ini memang ditujukan untuk membantu masyarakat di wilayah yang membutuhkan, termasuk tempat-tempat terpencil. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” ungkapnya.

Dandim Ingatkan Keselamatan Pengguna

Meskipun jembatan sudah dapat digunakan, Dandim mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan keselamatan dan mematuhi ketentuan mengenai kapasitas beban.

Penggunaan yang tidak sesuai aturan dapat memperpendek usia konstruksi serta membahayakan masyarakat yang melintas.

“Kendaraan yang melintas harus bergantian dan tidak boleh melebihi batas beban yang telah ditentukan. Jangan sampai karena digunakan tidak sesuai aturan, jembatan ini menjadi cepat rusak,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan merawat seluruh bagian jembatan secara bersama-sama. Apabila ditemukan kerusakan, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pemerintah desa atau aparat terkait.

“Kalau kita gunakan sesuai aturan dan kita rawat bersama, insyaallah jembatan ini dapat bertahan lama dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Gotong Royong Menjadi Amal Jariyah

Dandim memberikan apresiasi kepada seluruh warga Kampung Naringgul dan masyarakat sekitar yang terlibat dalam pembangunan. Warga telah membantu melalui tenaga, waktu, serta semangat gotong royong hingga jembatan dapat diselesaikan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Apa yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas mudah-mudahan menjadi amal jariyah,” tuturnya.

Keterlibatan masyarakat tersebut tidak hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki. Dengan demikian, warga diharapkan memiliki kesadaran yang kuat untuk menjaga dan merawat jembatan.

Warga Sambut dengan Penuh Kebahagiaan

Perwakilan masyarakat, Jamaludin, mengungkapkan rasa bahagia dan syukur atas kembali berfungsinya Jembatan Merah Putih Cihujung.

Menurutnya, jembatan tersebut telah lama dibutuhkan karena menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat setiap hari.

“Kami sangat bahagia karena jembatan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden, Bapak Dandim, Danramil, Babinsa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pihak yang telah membantu pembangunan jembatan ini,” ungkap Jamaludin.

Peresmian tersebut turut dihadiri Danramil 2201/Cisolok, Kapolsek Cisolok, Kasi Pemerintahan Kecamatan Cisolok, Kepala Desa Karangpapak, Kepala Desa Cikelat, unsur BPBD, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat.

Berdirinya kembali Jembatan Merah Putih Cihujung bukan sekadar memulihkan akses yang terputus. Jembatan ini menjadi penghubung harapan, pendidikan, pertanian, dan perekonomian sekaligus bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *