banner 728x250

Wajah Baru Infrastruktur Sukabumi: Wali Kota Ayep Zaki Dorong Betonisasi Jalan dan Trotoar Tahan Lama

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID — Komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam menghadirkan fasilitas publik yang kokoh dan berkualitas terus dimaksimalkan. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk meningkatkan standar dan kualitas seluruh pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ayep Zaki di sela-sela peninjauan pengerjaan perbaikan Jalan Prana pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya pergeseran metode pembangunan jalan dan trotoar agar lebih tahan lama dan bernilai guna tinggi bagi masyarakat.

banner 325x300

Beralih ke Beton dan Trotoar Berstandar Tinggi

Dalam peninjauannya, Wali Kota menekankan agar proyek-proyek jalan ke depan diprioritaskan menggunakan metode betonisasi, seperti yang tengah diterapkan di Jalan Prana. Selain akses jalan, perhatian khusus juga diarahkan pada pembangunan trotoar jalan yang tangguh.

“Saya yang minta kepada DPUTR supaya ke depannya pembangunan jalan itu ingin betonisasi, walau kenyataannya tidak mungkin semua menggunakan beton, karena pasti ada yang diaspal. Saya juga sampaikan kepada DPUTR agar ke depannya pembangunan trotoar mengikuti DKI Jakarta yaitu dicor. Saya ingin rapi dan tahan lama, mahal sedikit gak apa-apa karena uang rakyat untuk rakyat,” tegas Ayep Zaki.

Foto: Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki (tengah) saat memberikan arahan langsung di lapangan kepada jajaran DPUTR dan tim teknis terkait peningkatan kualitas infrastruktur.

Strategi Pembiayaan Rp330 Miliar untuk Infrastruktur Total

Berdasarkan kalkulasi Pemkot Sukabumi, pembenahan seluruh infrastruktur di berbagai sudut kota membutuhkan estimasi anggaran hingga Rp330 miliar. Untuk merealisasikan target besar ini, Wali Kota telah menyiapkan empat jurus pembiayaan strategis:

  1. Intervensi Pemerintah Pusat

  2. Dukungan Anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat

  3. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)

  4. Skema Pinjaman Daerah melalui PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur)

Terkait skema opsi keempat, Pemkot Sukabumi mewacanakan pengajuan dana pinjaman sebesar Rp240 miliar dengan tenor atau jangka waktu pengembalian selama delapan tahun. Rencana ini selanjutnya akan diajukan ke DPRD Kota Sukabumi untuk mendapatkan persetujuan persidangan.

Target Eksekusi Tahun 2027

Wali Kota optimistis jika persetujuan pinjaman tersebut dapat disetujui tahun ini, percepatan pembangunan skala besar bisa langsung dieksekusi pada tahun depan.

“Mudah-mudahan DPRD menyetujui, karena kita akan mengambil dana pinjaman dari SMI, kemudian intervensi dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, APBD dan pinjaman. Kalau tahun ini di-ACC pinjamannya, maka tahun 2027 akan langsung jalan. Uang untuk bayarnya sudah ada, yaitu dari peningkatan PAD,” pungkasnya.

Dengan dorongan infrastruktur yang lebih solid ini, masyarakat Sukabumi diharapkan segera menikmati fasilitas publik yang jauh lebih rapi, aman, dan berdaya tahan tinggi untuk mendukung mobilitas perekonomian warga.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *