SUKABUMIANNEWS.ID – Suasana Gedung Juang Kota Sukabumi mendadak berubah menjadi lautan warna dan penuh keceriaan pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sebanyak 350 pelajar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) berkumpul dengan antusias tinggi untuk mengikuti ajang bergengsi yang digelar oleh Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka).
Mengangkat tema pelestarian seni budaya Islami, Lemka sukses menyelenggarakan rangkaian acara mulai dari Pameran, Demo, hingga Lomba Mewarnai Kaligrafi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Sukabumi, R. Imran Wardhani.
Wadah Kreativitas dan Pelestarian Seni Islami
Dalam sambutannya, R. Imran Wardhani memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif Lemka. Menurutnya, agenda ini bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan langkah nyata dalam memberikan ruang edukasi yang positif bagi anak-anak sejak usia dini.
“Pameran serta lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan ruang kreativitas, edukasi, dan pelestarian seni budaya Islami di tengah masyarakat,” ujar Imran.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang bertepatan dengan momen perayaan HUT ke-112 Kota Sukabumi ini diharapkan mampu menjadi wadah generasi muda untuk mencintai seni Islami, mengembangkan potensi diri, sekaligus mempererat kolaborasi antarpihak demi kemajuan Kota Sukabumi.
Melatih Motorik dan Kesabaran Anak
Berdasarkan pantauan di lokasi acara, para peserta yang didominasi oleh anak-anak dengan seragam sekolah yang beragam tampak duduk rapi menghadap meja lipat mereka masing-masing. Di atas panggung utama, terpampang spanduk besar bertuliskan “Dalam Rangka Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi: Pameran, Lomba & Demo Kaligrafi”.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Bobby Es–Syawal El-Iskandar, menjelaskan bahwa antusiasme luar biasa dari 350 peserta ini membuktikan bahwa minat terhadap seni kaligrafi sangat besar, bahkan di kalangan usia dini.
“Tujuan utama kami adalah menyediakan wadah untuk menyalurkan kreativitas dan bakat seni, sekaligus menumbuhkan rasa cinta anak-anak terhadap seni kaligrafi sejak dini,” kata Bobby.
Lebih lanjut, Bobby memaparkan bahwa aktivitas mewarnai kaligrafi ini memiliki dampak positif yang luar biasa bagi tumbuh kembang anak. Proses memadukan warna pada huruf-huruf kaligrafi terbukti efektif untuk:
- Melatih kemampuan motorik halus anak.
- Melatih kesabaran dalam menyelesaikan sebuah karya.
- Meningkatkan konsentrasi dan fokus pada anak usia dini.
Melalui acara ini, Lemka berharap seni kaligrafi tidak hanya dikenal sebagai bagian dari ibadah visual, tetapi juga sebagai medium menyenangkan yang mampu membentuk karakter generasi muda Sukabumi yang kreatif, sabar, dan berakhlak mulia.
(DD)


















