banner 728x250

MERIAH! Ribuan Warga Padati Puncak Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Bupati Sukabumi Ajak Lestarikan Tradisi

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Suasana khidmat bercampur semarak menyelimuti Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Ribuan masyarakat adat, tamu undangan, hingga wisatawan tumpah ruah memadati area kasepuhan pada Minggu, 5 Juli 2026, untuk mengikuti puncak perayaan Seren Taun ke-447. Tradisi luhur yang telah terjaga selama ratusan tahun ini menjadi bukti nyata keselarasan manusia dengan alam dalam mewujudkan rasa syukur.

banner 325x300

Sarat Makna dan Budaya

Seren Taun bagi masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi merupakan momen spiritual untuk memanjatkan syukur kepada Sang Pencipta atas kelimpahan hasil panen sekaligus doa menyambut musim tanam berikutnya agar diberi keberkahan. Puncak acara diawali dengan rangkaian prosesi adat yang kental dengan nilai budaya.

Berbagai pertunjukan kesenian tradisional yang memukau turut memeriahkan acara. Warga dan pengunjung disuguhkan penampilan dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, hingga tari tani yang dibawakan oleh incu putu (generasi penerus) Kasepuhan. Tak ketinggalan, pameran hasil karya seni masyarakat setempat juga menambah keragaman acara.

Prosesi Sakral “Ngampih Pare ka Leuit”

Inti dari puncak Seren Taun adalah prosesi Ngampih Pare ka Leuit. Ini adalah upacara simbolis memasukkan ikatan padi hasil panen ke dalam Leuit Si Jimat, lumbung padi utama kasepuhan. Prosesi yang dipimpin langsung oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, ini berlangsung sangat khidmat.

Diiringi kidung Pohaci serta alunan syahdu suling dan kecapi, suasana spiritual terasa kental saat Abah Asep Nugraha meletakkan ikatan padi di ambang pintu Leuit Si Jimat. Prosesi ini menegaskan pentingnya ketahanan pangan melalui penyimpanan padi yang bijaksana.

Bupati Sukabumi: Tradisi Ini Adalah Benteng Ketahanan Pangan

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, hadir secara langsung dalam perayaan ini, disambut hangat oleh sesepuh dan masyarakat adat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Seren Taun bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar musim tanam berikutnya diberi keberkahan.

Menurutnya, tradisi ini mengandung nilai-nilai luhur yang sangat relevan hingga kini, seperti gotong royong, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan melalui budaya leuit. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Tradisi ini menjadi benteng pertahanan ketahanan pangan sekaligus identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga,” tegas Bupati Asep Japar.

Ajak Generasi Muda Lestarikan Warisan Luhur

Lebih lanjut, Bupati Asep Japar menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya ini. Di tengah derasnya arus globalisasi, kearifan Kasepuhan Sinaresmi dalam mengelola pangan dan alam patut menjadi contoh.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, termasuk pengembangan potensi kawasan kasepuhan serta peningkatan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengajak generasi muda atau incu putu untuk terus melestarikan warisan leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman,” ujar Bupati.

Pondasi Kehidupan Masyarakat Adat

Sementara itu, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, menyampaikan bahwa Seren Taun merupakan bentuk syukur mendalam kepada Sang Pencipta atas segala rezeki yang diberikan.

“Acara ini bukan hanya warisan, tetapi juga doa bersama agar masa depan penuh keberkahan,” katanya. Abah Asep pun berharap tradisi yang diwariskan turun-temurun ini tetap terjaga di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi.

“Seren Taun merupakan pondasi kehidupan masyarakat adat yang mengajarkan keselarasan antara manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual. Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas dan pegangan hidup masyarakat adat,” pungkasnya.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *