SUKABUMIANNEWS.ID – Momentum Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kota Sukabumi menjadi titik balik penanganan sampah yang lebih progresif. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, secara tegas mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk “berperang” melawan sampah demi mewujudkan kota yang bersih dan berdaya guna.

Dalam apel peringatan HPSN yang digelar di Balai Kota Sukabumi pada Senin, 23 Februari 2026, Wali Kota menekankan bahwa urusan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan tugas bersama seluruh perangkat daerah.
Transformasi Sampah Menjadi Energi (RDF)
Salah satu instruksi paling strategis yang disampaikan Wali Kota adalah percepatan realisasi mesin pengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Teknologi ini direncanakan akan ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Langkah inovatif ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Wali Kota mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pihak PLTU Palabuhan Ratu sebagai penyerap hasil olahan RDF tersebut.
“Kita akan realisasikan satu TPS3R untuk mengolah sampah menjadi RDF yang nantinya kita jual ke PLTU. Ini ikhtiar kita agar Kota Sukabumi bisa menyelesaikan masalah sampah. Target ke depan kita butuh sekitar 20 unit mesin agar mampu mengolah 180 ton sampah per hari,” tegas Ayep Zaki saat diwawancarai.
Penguatan Armada di Tingkat Kecamatan
Sebagai langkah nyata penguatan operasional di lapangan, DLH Kota Sukabumi menyalurkan bantuan tujuh unit Motor Sampah (Mosam) kepada para camat. Penyerahan armada ini bertujuan untuk mengoptimalkan mobilisasi pengangkutan dan pengelolaan sampah di setiap wilayah kecamatan.
Momentum Kesadaran Kolektif
Sekretaris DLH Kota Sukabumi, Yelly Yumaeli, menjelaskan bahwa HPSN yang jatuh pada 21 Februari merupakan momentum krusial untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Rangkaian peringatan tahun ini juga diisi dengan:
• Aksi Jumat Bersih secara serentak di berbagai wilayah.
• Edukasi Pemilahan Sampah langsung dari sumbernya (rumah tangga).
• Penguatan Jejaring Bank Sampah di tingkat RW.
• Kolaborasi Stakeholder untuk mendukung gaya hidup minim sampah.
Dengan sinergi antara teknologi pengolahan RDF dan penguatan armada lapangan, Pemerintah Kota Sukabumi optimis persoalan sampah dapat teratasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.
(DD)


















