SUKABUMIANNEWS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi terus dipantau ketat guna memastikan kualitas layanan terbaik bagi para siswa. Merespons laporan terkait penyajian telur dalam menu MBG di SDN Kopeng I, Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, melakukan kunjungan lapangan pada 4 Maret 2026.

Langkah ini diambil untuk mengklarifikasi aduan mengenai penyajian telur mentah yang sempat memicu kebingungan di pihak sekolah.
Miskomunikasi Menu Keringan di Bulan Ramadan
Setelah bertemu dengan penanggung jawab (PIC) MBG di SDN Kopeng I, Andri Setiawan langsung mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kopeng 3 untuk mencari titik terang. Berdasarkan hasil klarifikasi, diketahui bahwa telur tersebut merupakan bagian dari paket “menu keringan” yang disiapkan khusus selama Bulan Ramadan.
Penyebab Masalah: Adanya perubahan penyedia layanan dari SPPG Sriwidari ke SPPG Kopeng 3 akibat proses pemerataan.
Akar Persoalan: Kurangnya komunikasi dari pihak SPPG kepada sekolah mengenai status telur tersebut (matang atau mentah), sehingga siswa tidak mengetahuinya.
Konteks Musiman: Selama Ramadan, SPPG cenderung menyajikan menu keringan daripada menu basah.
Komitmen Perbaikan Layanan
Ketua Satgas MBG menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi para penyedia layanan gizi. Beliau menginstruksikan SPPG Kopeng 3 untuk segera memperbaiki pola komunikasi dan teknis pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Harus diberi tahu apakah telur itu matang atau mentah. Ternyata kan mentah, anak-anak siswa tidak tahu,” jelas Andri Setiawan menekankan pentingnya transparansi informasi menu kepada pihak sekolah.
Dengan adanya respons cepat ini, diharapkan program MBG dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat gizi maksimal bagi siswa di Kota Sukabumi, terutama dalam menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah puasa.
(DD)


















