SUKABUMIANNEWS.ID – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Balai Kota Sukabumi pada Senin pagi (31/03/2026). Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggelar Apel Pagi Gabungan yang dirangkaikan dengan tradisi Halal Bihalal, sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memompa semangat kerja pasca-libur Idul Fitri.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam arahannya menekankan bahwa perayaan Idul Fitri bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan momentum krusial untuk melakukan transformasi diri bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Transformasi Sikap dan Pelayanan Publik
Dalam sambutannya, Wali Kota mengajak para ASN untuk menjadikan semangat kemenangan Idul Fitri sebagai landasan meningkatkan profesionalisme.
“ASN diajak untuk tidak hanya saling memaafkan secara lisan, tetapi juga memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat komitmen terhadap pelayanan publik. Kita harus menjadi teladan, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai kelanjutan dari aksi korve pekan lalu,” ujar Ayep Zaki.
Terobosan Efisiensi: Belanja Langsung ke Pabrik
Hal yang menarik dalam pertemuan ini adalah penekanan Wali Kota mengenai kebijakan efisiensi anggaran. Pemkot Sukabumi berkomitmen melakukan penghematan tanpa mengurangi kualitas pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Salah satu langkah berani yang diusulkan adalah mengevaluasi sistem pengadaan barang dan jasa. Wali Kota telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Inspektorat untuk berkonsultasi dengan BPK dan BPKP guna mencari celah efisiensi pada pihak ketiga.
“Kita ingin belanja secara efisien. Jika biasanya melalui pihak ketiga, kita jajaki kemungkinan langsung ke pabrik. Contohnya rumah sakit membeli obat langsung ke produsen. Ini akan sangat mengefisiensikan anggaran daerah,” tegasnya.
Inovasi Kerja: WFH Setiap Jumat
Selain efisiensi pengadaan, Pemkot Sukabumi juga berencana mengadopsi kebijakan pemerintah pusat terkait pola kerja fleksibel. Rencananya, kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat akan diterapkan. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya nyata dalam menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan operasional kantor.
Acara diakhiri dengan sesi bersalam-salaman antar seluruh pegawai, menciptakan suasana kekeluargaan yang diharapkan mampu meningkatkan sinergi dalam membangun Kota Sukabumi yang lebih baik ke depannya.
(DD)


















