banner 728x250

HUT ke-112 Kota Sukabumi: Sekda Jabar Puji Kemajuan Signifikan dan Lonjakan Indeks Kota Kreatif

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Sukabumi menjadi panggung pembuktian keberhasilan pembangunan di wilayah tersebut. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan apresiasi tinggi atas capaian indikator makro Kota Sukabumi yang menunjukkan tren positif di berbagai sektor.

banner 325x300

Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi yang digelar pada Rabu (1/4/2026), Herman menyoroti melesatnya potensi ekonomi kreatif di Kota Mochi ini. Berdasarkan data terbaru, Indeks Kota Kreatif Sukabumi tahun ini sukses menyentuh angka 88,53, naik dari capaian tahun 2024 yang berada di angka 87,86.

Rapor Hijau Indikator Pembangunan

Tak hanya unggul di sektor kreatif, Herman memaparkan deretan angka yang menunjukkan kualitas hidup masyarakat Sukabumi yang terus membaik:

Penurunan Kemiskinan: Angka kemiskinan yang semula 7% pada 2024, berhasil ditekan ke kisaran 6,35% pada 2025, dengan target ambisius turun hingga 6% pada akhir 2026.

IPM & Pendidikan: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus merangkak naik ke angka 78,31. Hal ini didorong oleh Indeks Pendidikan yang melonjak signifikan dari 72,43 (2024) menjadi 74,41 pada tahun ini.

Ketahanan Ekonomi: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tetap terjaga stabil di kisaran 8%, menunjukkan resiliensi ekonomi lokal di tengah dinamika nasional.

“Kota Sukabumi menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Bukan hanya soal angka, tapi tercermin juga dalam peningkatan Indeks Kota Layak Huni yang dirasakan langsung oleh warga,” ujar Herman Suryatman di hadapan anggota legislatif.

Komitmen Pelayanan di Tengah Tantangan Fiskal

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengakui bahwa perjalanan pembangunan tahun ini tidaklah mudah. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.

Meski demikian, Ayep Zaki menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan kualitas layanan publik. Salah satu terobosan nyata adalah hadirnya layanan perawatan penyakit kanker di RSUD R. Syamsudin, SH, yang menjadi angin segar bagi akses kesehatan warga lokal.

“Pertambahan usia ini kami iringi dengan semangat pembangunan menyeluruh. Tantangan fiskal memang ada, tapi inovasi pelayanan, seperti fasilitas onkologi di RSUD Bunut, tetap menjadi prioritas kami,” tegas Ayep Zaki.

Suara Rakyat dan Keberlanjutan Kebijakan

Rapat Paripurna juga menjadi wadah refleksi dengan hadirnya tokoh masyarakat, Mohamad Muraz (Wali Kota Sukabumi periode 2013–2018). Dalam penyampaian aspirasinya, ia menitipkan pesan agar pemerintah menjaga kesinambungan kebijakan yang menyentuh rakyat kecil.

“Optimalisasi tata kelola perencanaan sangat penting. Namun yang utama adalah menjaga kebijakan yang berdampak langsung, seperti bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, agar tetap berlanjut,” pesan Muraz.

Peringatan HUT ke-112 ini ditutup dengan optimisme bahwa Kota Sukabumi sedang berada di jalur yang tepat (on the right track) menuju kota yang lebih kreatif, sejahtera, dan layak huni bagi seluruh warganya.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *