SUKABUMIANNEWS.ID — Penanganan bencana di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, resmi memasuki babak baru. Memasuki hari terakhir masa tanggap darurat pada Jumat (31/7/2026), Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mempersiapkan transisi menuju tahap rehabilitasi dan pemulihan pascabencana secara terpadu.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar langsung di lokasi bencana. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam Cisolok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, BPBD Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Desa Sirnaresmi, panitia lokal, hingga para relawan.
27 Indikator Darurat Terpenuhi
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh instansi terkait, sebagian besar indikator penanganan darurat di lapangan telah terpenuhi secara baik. Atas dasar capaian tersebut, Forkopimcam Cisolok mengusulkan agar status tanggap darurat tidak diperpanjang.
“Dari hasil rapat koordinasi, kami menyampaikan rekomendasi kepada BPBD Kabupaten Sukabumi agar status tanggap darurat dapat diakhiri. Sebanyak 27 indikator yang menjadi syarat pencabutan status tersebut telah terpenuhi,” ujar Okih.
Meskipun demikian, keputusan resmi penetapan pencabutan status tanggap darurat tetap berada di tangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BPBD. Seluruh hasil evaluasi dari Kasepuhan Ciptamulya ini akan dibawa ke rapat koordinasi tingkat kabupaten sebagai dasar penetapan kebijakan akhir.
Tenda Pengungsian Dibongkar, Dialihfungsikan untuk Kegiatan PAUD
Perkembangan di lokasi penampungan penyintas terus menunjukkan tren positif. Sebagian besar tenda darurat kini telah dibongkar secara bertahap seiring berangsurnya warga kembali ke rumah masing-masing atau memilih tinggal bersama kerabat dekat.
Saat ini, hanya tersisa 12 kepala keluarga (KK) yang masih menempati area pengungsian. Pemerintah bersama instansi teknis terus melakukan pendampingan intensif guna menentukan langkah terbaik bagi para penyintas dengan mengedepankan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.
“Tenda pengungsian sebagian sudah dibongkar. Tinggal 12 kepala keluarga yang masih berada di lokasi. Kami akan menentukan apakah mereka tetap di pengungsian sementara atau dipindahkan ke rumah kerabat dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan keselamatan mereka,” jelas Okih.
Menariknya, sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak di wilayah terdampak, beberapa tenda darurat yang masih berdiri tidak hanya difungsikan sebagai penampungan sementara, melainkan juga dialihfungsikan untuk fasilitas kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi masyarakat setempat selama proses pemulihan berlangsung.
Fokus Bergeser ke Layanan Dasar & Pemulihan Ekonomi
Pemerintah Kecamatan Cisolok memastikan bahwa berakhirnya masa tanggap darurat tidak menandakan selesainya pendampingan pemerintah. Fokus kegiatan kini bergeser pada:
-
Pemulihan Kehidupan Masyarakat: Pendampingan psikososial dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
-
Keberlanjutan Layanan Dasar: Penjaminan akses air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan.
-
Percepatan Rehabilitasi: Perbaikan fasilitas umum dan permukiman warga agar roda kehidupan masyarakat Adat Kasepuhan Ciptamulya kembali normal secepatnya.
(DD)


















