SUKABUMIANNEWS.ID – Pengurus Ikatan Pencak Silat (IPSI) Kabupaten Sukabumi menghadiri Event Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III, Diikuti oleh berbagai perguruan pencak silat dari Kota dan Kabupaten Sukabumi di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (09/01/2026).

Diketahui, Secara resmi Wakil Wali Kota Sukabumi (Bobby Maulana) membuka Event Festival Pencak Silat Seni tersebut dengan menampilkan seni tradisi silat yang menjadi kekayaan budaya Kota Sukabumi dan memperkuat posisi Sukabumi sebagai kota yang peduli terhadap pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda.
Pengurus IPSI Kabupaten Sukabumi melalui Ketua Harian IPSI Kabupaten Sukabumi AKP Eko Ary Cahyono S.H., M.H. (PAMA Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi) mengungkapkan, Kita harus sadari bahwa pangsa pasar dan pengembangan pencak silat di dalam dan Luar Negeri mempunyai karakteristik berbeda,
Untuk di Dalam Negeri, Olahraga Prestasi masih menjadi favorit bagi sebagian besar anak-anak dan pemuda kita, karena pencak silat merupakan beladiri asli dari Negara Indonesia,
Sebaliknya dari pengalaman senior dan yunior kita yang pernah melatih di Luar Negeri disana lebih tertarik kepada pencak silat seni dan tradisi terutama Amerika dan Eropa (Pencak Silat Road to Olympic 2028 Los Angeles USA)
“Kedepan kami berharap, Pembinaan Prestasi Olahraga Pencak Silat dan Tradisi dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan cita-cita Ketum PB IPSI bapak Presiden Prabowo Subianto pencal silat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
Semoga wadah ini dapat digunakan untuk menjaga pencak silat sebagai warisan budaya takbenda dunia yang telah ditetapkan UNESCO, memperkuat kembali karakter keIndonesiaan dan kita kembali kepada nilai-nilai luhur jatidiri Bangsa dan Negara Indonesia,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Sukabumi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival pencak silat yang secara konsisten digelar sebagai wadah pelestarian seni dan budaya tradisional.
“Tentunya Pencak silat tidak hanya merupakan olahraga bela diri, tetapi juga bagian dari identitas budaya bangsa yang sarat dengan nilai-nilai luhur melalui kedisiplinan, sportivitas, serta pembentukan karakter generasi muda,”terangnya.
Selain itu Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan kebudayaan dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia,
Karena festival ini dinilai mampu menjadi ruang silaturahmi antar perguruan pencak silat sekaligus ajang pembinaan atlet, khususnya bagi generasi muda agar semakin mencintai warisan budaya daerah.
“Berharap melalui Festival Pencak Silat Seni Tradisi Wali Kota Sukabumi Cup III, semangat kebersamaan, persatuan, dan kekompakan antar pelaku seni bela diri tradisional dapat terus terjaga,
Sehingga kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, mengembangkan dan mempromosikan pencak silat sebagai kebanggaan Kota Sukabumi, baik di tingkat regional maupun nasional,”ucapnya.
Dikesempatan itu, Dewan Pertimbangan IPSI Jawa Barat Sekaligus Guru besar (Gubes) Pendiri Perguruan Pencak Silat Sang Maung Bodas (PS SMB) Sukabumi dan Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi Prof.Dr.KH.M. Fajar Laksana Sumayuda Wangsa Negara Se.Cqm. MM.Ph.D. mengatakan, Pencak Silat itu sebagai warisan budaya harta benda dunia.
Dimana setiap insan warga negara indonesia wajib ngamumule dan wajib membuat event-event supaya tidak mati suri dipandang sendiri, Maka pencak silat itu oleh seluruh element apapun bentuknya sudah wajib dipelajari dan wajib diajarkan,
“Makanya kami menghimbau kepada aparat pemerintah, Pencak silat harus dipelajari dan dijadikan muatan lokal, Mulai sekolah SD, SMP, SMA sampai Perguruan tinggi atau satuan sekolah, hal ini pun bukan disisi bela dirinya saja tetapi disisi seni budaya sejarah,”tandasnya.
Selain itu kepada seluruh warga negara indonesia dan seluruh instansi pemerintah, baik TNI-POLRI dan lembaga wajib belajar pencak silat, karena pencak silat bukan hanya bela diri tetapi pencak silat bisa belajar di karate, taekwondo dimanapun juga pencak silat bisa bersaing dengan bela diri yang lain-lainnya sebagai jati diri bangsa Indonesia.
“Pesan untuk para atlet-atlet seluruh indonesia, Teruslah berlatih karena pencak silat itu berasal dari negara kita, dan di Luar Negri sudah banyak peminat, hampir di semua negara rata-rata sekarang sudah banyak belajar pencak silat apakah dengan klub termasuk saya pribadi,
Dengan adanya pencak silat sebagai jati diri bangsa dan sebagai harta benda budaya dunia, Jangan sampai pencak silat indonesia kalah bertanding dengan atlet-atlet di Luar Negeri atau kalah di kandang sendiri oleh atlet Luar Negri, intinya tetap semangat para atlet pencak silat indonesia,”pungkasnya.
Kegiatan hadiri oleh Wakapolres Sukabumi Kota, Dandim 0607 Kota Sukabumi (Babinsa), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sukabumi, Ketua III IPSI Jawa Barat, Ketua IPSI Kota Sukabumi, Dewan Pertimbangan IPSI Jawa Barat, Pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPST) Sukabumi Raya,
Pengurus IPSI Kabupaten Sukabumi, Ketua Harian IPSI Kabupaten Sukabumi, Pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPST), Ketua Lapdek Community SMI, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fath, Pengurus IPSI Kecamatan, Para Atlet Perguruan pencak silat, Para peserta dan tamu undangan lainnya.
(DD)

















