SUKABUMIANNEWS.ID – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi, H. Dadang Ramdani, menghadiri pelantikan pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sukabumi yang digelar di Gedung Asrama Haji Pusbangda’i, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Senin (15/12/2025).

Pelantikan tersebut menjadi penegasan peran strategis FKDT dalam mengawal dan memperkuat pendidikan agama di tengah masyarakat.
H. Dadang Ramdani menyampaikan bahwa keberadaan FKDT sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pendidikan diniyah dan keagamaan, khususnya di Kabupaten Sukabumi.
“Pelantikan ini menegaskan peran FKDT dalam mengawal pendidikan agama dan keagamaan di masyarakat. FKDT hadir untuk memfasilitasi kebutuhan madrasah diniyah dengan berbagai pola dan strategi yang disesuaikan dengan kondisi daerah,” ujarnya.
Menurut Dadang, Kementerian Agama bersama Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendampingi dan mengawasi penyelenggaraan madrasah diniyah agar ke depan semakin berkualitas.
Peningkatan mutu tersebut mencakup kualitas sumber daya manusia, lulusan, hingga ketersediaan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap pengembangan madrasah diniyah. Respons positif dan antusiasme Bupati dinilai menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan pendidikan keagamaan di daerah.
“Kami berharap adanya regulasi daerah, baik peraturan daerah maupun peraturan bupati, sebagai payung hukum yang kuat untuk menjamin keberlangsungan madrasah diniyah. Tujuannya agar lulusan memiliki ijazah atau sertifikat resmi sebagai bentuk pengakuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dadang menekankan pentingnya pengakuan ijazah madrasah diniyah agar lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun madrasah diniyah dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP atau MTs dengan kepastian administrasi dan akademik.
Dengan bekal pendidikan agama Islam yang utuh—mulai dari aspek tauhid, Al-Qur’an dan hadis, fikih, hingga sejarah kebudayaan Islam—para peserta didik diharapkan memiliki karakter dan akhlakul karimah yang kuat sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Namun demikian, Dadang mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam peningkatan kompetensi tenaga pendidik madrasah diniyah agar mampu mengikuti perkembangan sistem pendidikan nasional.
“Ke depan, peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama agar madrasah diniyah mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan saat ini,” pungkasnya.
(DD)

















