banner 728x250

Gempita: Strategi Baru Dinkes Kota Sukabumi Sapu Bersih Kasus ‘Zero Dose’ Imunisasi

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi resmi meluncurkan inovasi baru bertajuk Gerakan Masyarakat, Pemerintah, dan Tokoh Agama Untuk Imunisasi (Gempita). Berlangsung di Hotel Permata Hijau pada Selasa, 3 Juni 2026, agenda ini sekaligus menjadi ruang sosialisasi strategi percepatan dalam menurunkan angka zero dose (anak yang belum pernah menerima imunisasi sama sekali) di wilayah Kota Sukabumi.

Meskipun secara kumulatif capaian imunisasi di Kota Sukabumi terbilang fantastis—berada di angka 98 persen dan melampaui target nasional—Dinkes enggan berpuas diri.

banner 325x300

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan bahwa perlindungan kesehatan anak harus bersifat menyeluruh tanpa pengecualian.

“Cakupan imunisasi kita sebenarnya sudah melampaui target. Bahkan untuk tahun 2026 ini, cakupannya sudah sebesar 96 persen. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa masih ada anak yang belum diimunisasi. Untuk tahun 2026 saja, tercatat ada sekitar 111 bayi yang zero dose,” jelas Ida Halimah saat membuka acara secara resmi.

Ida memaparkan bahwa jika ditarik garis waktu dari tahun 2020 hingga 2026, akumulasi anak yang belum tersentuh imunisasi lengkap mencapai 627 anak. Melalui payung program GEMPITA, pemerintah daerah bertekad menggugah kembali kesadaran orang tua melalui pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berbasis komunitas.

Enam Indikator Utama dan Senjata “Safari Imunisasi”

Untuk menyisir ratusan anak yang belum terproteksi tersebut, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina, memaparkan bahwa GEMPITA dibekali dengan enam indikator taktis. dua di antaranya yang menjadi pilar utama adalah:

  1. Pembentukan Kader Gempita: Agen penggerak di tingkat akar rumput yang bertugas mengedukasi warga.

  2. Safari Imunisasi: Langkah jemput bola ke wilayah-wilayah yang capaiannya masih perlu digenjot.

Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta interdisipliner, mulai dari kader PKK, akademisi, hingga kader kesehatan posyandu. Mereka dibekali data sebaran cakupan wilayah, pemetaan tantangan di lapangan, serta panduan teknis mengenai surveilans (pengamatan) dan penjangkauan langsung ke rumah warga.

Edukasi Humanis: Menepis Keraguan Orang Tua

Berdasarkan pantauan visual di lokasi acara, suasana sosialisasi berjalan sangat interaktif dan penuh komitmen.

  • Edukasi Berbasis Data: Pada sesi materi, narasumber memaparkan visualisasi pentingnya imunisasi melalui layar proyektor besar bertajuk “Mengapa Imunisasi?”. Di sana ditekankan konsep Proteksi Individu, pembentukan Kekebalan Kelompok (Herd Immunity), hingga perlindungan lintas kelompok demi memutus rantai penularan penyakit menular secara lintas generasi.

  • Komitmen Bersama: Seluruh kader wanita yang hadir—mengenakan seragam batik hijau khas PKK dan pakaian dinas putih—tampak kompak menyatukan visi. Acara ditutup dengan sesi foto bersama di mana seluruh peserta berdiri tegak dengan sikap tegap meletakkan tangan kanan di dada, menyimbolkan keteguhan hati dan integritas untuk menyukseskan Kota Sukabumi Bebas Zero Dose.

Dengan adanya sinergi kuat antara pemerintah, tenaga medis, kader posyandu, hingga tokoh agama dalam gerakan GEMPITA ini, Kota Sukabumi optimistis hak kesehatan setiap anak dapat terpenuhi demi menyongsong generasi emas yang sehat dan tangguh.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *