SUKABUMIANNEWS.ID – Menyambut dan memeriahkan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Dzikir Al-Fath menggelar acara yang tak biasa dan penuh kreativitas. Bertajuk “Festival Qurban Idul Adha 1447 H”, pesantren ini menyelenggarakan lomba hias hewan kurban, fashion show domba, hingga pertunjukan kabaret.
Acara yang berlangsung meriah pada 26–27 Mei 2026 ini diikuti oleh ratusan pelajar dan santri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), SMP, hingga SMA/SMK Al-Fath.
Kombinasi Fashion Show Domba dan Seni Kabaret
Suasana di halaman Masjid Al-Fath tampak sangat semarak. Anak-anak kecil dengan kostum warna-warni yang menggemaskan berparade bersama domba-domba yang juga dihias sedemikian rupa. Tidak hanya sekadar berjalan memamerkan keindahan hewan ternak, para santri juga ditantang untuk menampilkan kreativitas seni yang lebih dalam.
Ketua Yayasan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk mengasah daya imajinasi dan kreativitas para santri.
“Bukan hanya fashion show, tapi santri disuruh kreatif menampilkan suatu cerita (kabaret). Dalam cerita itu, domba menjadi salah satu peran bermain. Sehingga kemudian, selain ada fashion show domba, ada juga pesan yang disampaikan melalui seni pertunjukan,” jelas KH. Fajar Laksana di sela-sela acara.
Edukasi Adab Terhadap Hewan Kurban
Di balik kemeriahan dan gelak tawa penonton, Festival Qurban ini membawa misi edukasi yang sangat mendalam bagi para generasi muda. KH. Fajar Laksana menegaskan bahwa esensi dari merias dan memperlakukan domba dengan baik ini adalah bagian dari menanamkan adab (etika) memperlakukan hewan dalam Islam.
“Hewan kurban ini menjadi perantaraan amal kita yang mana kemudian amal itu bisa mendapatkan surganya Allah SWT. Sehingga kita harus juga menjaga domba, memelihara, kemudian memuliakan. Artinya, kita punya adab juga terhadap hewan ternak itu,” tambahnya.
Beliau juga mengingatkan agar prosesi ibadah tahunan ini dilakukan dengan penuh kasih sayang terhadap makhluk hidup, bahkan hingga proses penyembelihannya kelak. “Jadi hewan ternak yang akan kita kurbankan untuk ritual dalam ajaran Islam setahun sekali itu, jangan dibuat mereka seperti hewan-hewan yang kurang beradab, termasuk dalam penyembelihannya,” tegasnya.
Ajakan Berbagi dan Menjaga Syariat
Melalui festival yang menyedot perhatian warga dan wali santri ini, pihak Ponpes Modern Dzikir Al-Fath juga menyisipkan pesan sosial yang kuat. Acara ini menjadi momentum syiar untuk mengajak umat Muslim yang memiliki kelapangan rezeki agar tidak ragu berkurban.
“Ya, acara ini untuk mengajak, mari sama–sama kita berkurban demi kepentingan kita semua dalam rangka menjaga syariat ajaran Islam. Dan yang paling terpenting juga di sini ada aspek sosial, yaitu kita berbagi kepada orang yang tidak mampu,” pungkas KH. Fajar Laksana.
Dengan adanya festival ini, Ponpes Modern Dzikir Al-Fath sukses membuktikan bahwa pembelajaran agama dan penanaman nilai-nilai syariat bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan, modern, sekaligus menyentuh hati masyarakat.
(DD)


















