SUKABUMIANNEWS.ID – Langkah nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi. Pada Jumat (13/03/2026), Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menghadiri sekaligus meresmikan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penjaminan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Bertempat di Ruang Pertemuan Bank BJB Cabang Sukabumi, kegiatan strategis ini menjadi tonggak penting dalam memberikan akses permodalan yang aman dan mudah bagi warga Sukabumi yang hendak berkarier di luar negeri.
Solusi Finansial untuk Calon PMI
Dalam sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menegaskan bahwa kendala biaya seringkali menjadi hambatan utama bagi masyarakat yang memiliki kompetensi namun terbatas secara ekonomi untuk berangkat bekerja ke luar negeri.
“Kerja sama ini adalah bentuk komitmen nyata kami untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya. Dengan dukungan pembiayaan KUR dari Bank BJB, calon pekerja migran tidak perlu lagi terbebani biaya awal yang besar. Modal ini bisa digunakan untuk pelatihan hingga tiket keberangkatan,” ujar Ayep Zaki.
Sinergi Lintas Sektor
Program ini merupakan hasil kolaborasi solid antara pemerintah, perbankan, dan sektor swasta. Hadir dalam acara tersebut:
Pimpinan Bank BJB Cabang Sukabumi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat.
Direktur PT Dwi Tunggal Jaya Abadi.
Direktur PT Timur Raya Jaya Lestari.
Melalui skema ini, para calon PMI akan mendapatkan jaminan pembiayaan yang transparan, sehingga mereka terhindar dari jeratan pinjaman ilegal atau rentenir yang selama ini sering menghantui para pekerja migran.
Mendorong Ekonomi dan Derajat Masyarakat
Wali Kota berharap, dengan adanya kemudahan ini, angka pengangguran di Kota Sukabumi dapat ditekan secara signifikan. Lebih dari sekadar penempatan kerja, program ini diharapkan mampu mengangkat derajat warga melalui penghasilan yang layak dan perlindungan finansial yang terjamin.
“Diharapkan kolaborasi ini meningkatkan kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan di tanah air, serta memperkuat ekonomi daerah melalui remitansi yang dikelola dengan baik,” pungkasnya.
(DD)


















