banner 728x250

Peresmian Pos Jaga JPL 56 Jadi Simbol Kolaborasi Keselamatan Transportasi di Sukabumi

banner 120x600
banner 468x60

SUKABUMIANNEWS.ID – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya dalam membangun sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan melalui peresmian Pos Jaga Perlintasan Sebidang JPL 56 KM 58+540 Amubawa Sasana, Kecamatan Citamiang, Senin (22/12/2025). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

banner 325x300

Keberadaan pos jaga ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pengamanan perlintasan kereta api, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kolaborasi lintas instansi dalam upaya melindungi keselamatan masyarakat. Dengan pengawasan petugas serta pengoperasian palang pintu secara manual, risiko kecelakaan di titik perlintasan diharapkan dapat ditekan secara maksimal.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menekankan bahwa persoalan keselamatan di perlintasan sebidang tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

“Perlintasan sebidang merupakan area dengan risiko tinggi. Faktor manusia, kondisi prasarana, dan minimnya fasilitas keselamatan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan pos jaga ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Sukabumi, Dinas Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, BPTP Kelas I Bandung, PT KAI, serta kepolisian. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan tertib.

Selain meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan, pos jaga juga berperan dalam mengatur arus lalu lintas di kawasan Amubawa Sasana agar lebih terkontrol. Wali kota berharap keberadaan fasilitas ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Kami berharap petugas jaga dapat menjalankan tugas secara profesional dan masyarakat semakin sadar untuk mematuhi rambu lalu lintas, seperti berhenti saat sirine berbunyi atau palang pintu tertutup,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ayep Zaki menegaskan bahwa keberlanjutan fungsi pos jaga memerlukan peran aktif semua pihak. Ia mengingatkan bahwa pemeliharaan fasilitas keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyampaikan pandangan jangka panjang terkait pengembangan transportasi kereta api di Kota Sukabumi. Ia menyambut positif peluang pengadaan layanan KRL maupun pembangunan jalur double track di masa mendatang, selama didukung oleh kolaborasi dan kekompakan seluruh pemangku kepentingan.

(DD)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *